StrawberryXSadistic

yamadayuki_2353-20160816035801

 

STRAWBERRY/SADISTIC

a special ficlet to celebrate Yamada Yuuki-san’s birthday

.

Happy birthday, belated, to my favorite J-actor!

//

OTANJOUBI OMEDETOU YAMADA YUUKI-SAN!”

Dua buah petasan konfeti memuntahkan potongan-potongan konfeti dengan berbagai macam warna ke atas permukaan lantai ruangan berukuran sedang yang saat ini berisikan empat belas orang, termasuk yang namanya baru saja dielu-elukan.

Yuuki, sambil tersenyum penuh haru, melemparkan pandangannya secara sekilas pada setiap individu yang sudah menyiapkan surprise party untuknya. Memang ‘sihsurprise party pada ulangtahunnya yang ke duapuluh-enam bukanlah hal istimewa, hanya saja, bagi lelaki yang berprofesi sebagai aktor itu usaha yang dikerahkan oleh mereka sangatlah luar biasa.

Mina-san, domo arigatou gozaimashita!” Ujar Yuuki dengan suara yang tercekat akibat menahan tangis. Kedua indera penglihatannya sudah berkaca-kaca sehingga pantulan api-api kecil dari lilin berbentuk angka dua dan enam yang tertancap di loyang kue terlihat jelas di kedua bola matanya.

“Ayo tiup lilinnya, Yamada-san!” Ujar salah seorang dari mereka kemudian disusul oleh ujaran-ujaran yang lainnya.

Yuuki menutup kedua matanya, memperlihatkan bulu-bulu mata miliknya yang lentik dan bibir tebalnya bergerak-gerak, ia tengah mengucapkan permohonan. Selang beberapa detik kemudian, bersamaan dengan dibukanya kedua matanya, ia meniupkan napas melalui mulutnya dan dengan segera api lilinpun padam.

Riuh tepuk tangan terdengar bercampur dengan suara terompet yang ditiup, mengingatkan lelaki yang posisinya di tengah-tengah ruangan itu akan sensasi pada malam tahun baru.

“Nah! Sekarang, silakan potong kuenya!”

Yuuki menerima dengan senang hati sebuah pisau yang terbuat dari plastik begitu benda itu diserahkan padanya. Dengan kedua mata yang berbinar, ia mulai perlahan demi perlahan menembus pertahanan kue berlapiskan cream berwarna putih bak salju dan menyisihkan potongan tersebut di atas sebuah piring plastik yang sudah disediakan.

Sebuah buah stroberi besar berada di tengah-tengah potongan kue tersebut, sangat cantik sekali sehingga membuat wajah Yuuki merona.

Di setiap hari ulangtahunnya, hanya ada satu hal yang ia tunggu-tunggu. Hal yang hanya bisa dilakukannya sekali dalam satu tahun. Dengan perlahan, ia menarik buah stroberi berwarna merah menggoda itu dari atas potongan kue dan HAP! Ia memasukkan buah yang rasanya kecut dan juga manis itu ke dalam mulutnya.

Senyum lebar dan rasa bahagia terpancar di wajahnya saat ia mengulum-ngulum buah tersebut dan merasakan kecut sekaligus manisnya di dalam mulut.



 

Keesokan harinya…

“Hey. Apa sudah ada kabar dari Yamada-san?”

“Belum. Apa menurutmu dia baik-baik saja?”

“Entahlah. Kemarin ia makan banyak sekali. Tidak masuk rumah sakit saja sudah bagus.”

Percakapan yang didengar oleh sang sutradara hanya bisa membuat pria yang tengah duduk itu menghela napas seraya menggeleng-gelengkan kepala, “sudah tahu alergi stroberi ‘kok malah memakannya?”Begitu gumamnya sebelum memanggil semua kru dan mengumumkan penundaan syuting.

 

FIN.

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s