A Letter For You

image

A LETTER FOR YOU

by Atatakai-chan

|| AU, AngstFiclet ㅡ General ||

.

starring Kim Daeil

.

Halo. Apa kau mengingatku?

Sudah berbulan-bulan lamanya kita tidak berjumpa namun bagiku terasa sudah seperti bertahun-tahun. Tanpa kehadiranmu malam terasa begitu panjang, membuatku merasa sangat kesepian. Di siang hari, waktu terasa begitu cepat… Mungkin karena aku tidak melakukan apa-apa selain memikirkanmu.

Apa kau masih ingat awal pertemuan kita? Rasanya bagaikan dongeng saja bahwa kita bertemu begitu kedua mata kita terbuka. Banyak yang mengatakan bahwa sepasang jiwa tidak mungkin dipertemukan secara kebetulan, dan aku memercayai hal itu ㅡkau dan aku sudah ditakdirkan untuk bertemu.

Hari demi hari dan juga malam demi malam yang kita lalui bersama masih terekam jelas dalam memoriku. Sebagaimanapun aku mencoba untuk melupakannya, ingatan-ingatan mengenai dirimu selalu muncul di pikiranku dan membuatku merasakan sakit yang amat pilu bagaikan poros mesin yang rusak. Aku tidak dapat mengeluarkan air mata karena air mata adalah tanda kelemahan. Baik kau dan aku pun tahu bahwa tidak satupun dari kita diciptakan untuk itu, kita terlahir sebagai jiwa yang kuat.

Awalnya aku dapat memaksakan diriku untuk tetap hidup tanpamu, tetapi semakin lama aku semakin menyadari bahwa aku tidak bisa ㅡaku tidak bisa terus menjalani hidup dengan berbagai macam memori tentangmu tanpa dirimu di sisiku. Mengingat tentang dirimu di saat kau sesungguhnya tidak ada itu mematikan.

Akhirnya, setelah berhari-hari aku bergelut dengan pikiranku sendiri, aku memutuskan untuk melakukan apa yang aku lakukan saat ini. Aku harap kau mengerti akan keputusanku.

Aku hanya bisa berharap ketika kau membaca surat ini kau dan aku sudah menjadi satu dan hidup bersama dalam pikiranmu. 

“Daeil. Apa kau yakin kau mau melakukan ini?”

Daeil mengangguk. Human android berteknologi tahun 2025 itu sudah membulatkan tekadnya. Sang ilmuwan pencipta dengan berat hati mengabulkan permintaan mesin ciptaannya itu.

Bagaimanapun, semuanya adalah kesalahannya. Seharusnya, ia tidak pernah mencoba membuat benda mati memiliki perasaan.

Proses pencabutan memori tidak membutuhkan waktu lama dan juga tidak menyakitkan. Hanya saja, setiap kali cahaya kehidupan lenyap dari mata ciptaan-ciptaannya, rasa bersalah menggulung jiwanya bagaikan sebuah angin topan sehingga untuk menebus rasa bersalahnya, ia menghidupkan kembali Human android yang sudah terlebih dahulu mati sebelum Daeil supaya keduanya dapat hidup dalam memori yang sama.

FIN.

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s