Meow~

2pr6w7k.jpg (720×1080)

MEOW~

|| AU, slight!FantasyFluff — Ficlet — PG-17 ||

.

starring
OMG YooA as Yoo Shiah
and
Block B U-Kwon as Kim Yukwon

====================

Cats are like music
It is foolish to try to explain their worth
to those who don’t appreciate them

====================

Kim Yukwon tengah merasakan pagi hari yang tidak biasa. Tanpa keberadaan sang kekasih —Yoo Shiah— di dalam ruang apartmentnya membuat pagi hari menjadi lebih sepi dari biasanya. Ia sendiri tidak dapat memercayai Shiah benar-benar minggat dari apartment akibat adu mulut sepele yang terjadi kemarin malam —masalah hewan peliharaan.

Yukwon ingin memelihara seekor anak anjing sementara Shiah ingin memelihara seekor anak kucing. Menurut Yukwon, kucing adalah hewan yang merepotkan sementara menurut Shiah kucing adalah hewan yang paling menggemaskan dan mudah untuk dirawat.

“Meow~”

Yukwon terperanjat ketika kedua indera pendengarannya menangkap suara yang ia yakini sebagai suara seekor kucing.

Lelaki yang masih baru bangun tidur itu langsung beranjak dari kamar tidurnya menuju ke ruang tamu.

“Meow~”

Suara itu kembali terdengar, bahkan lebih kencang dari sebelumnya sehingga yakinlah ia bahwa hewan itu berada di ruang tamu.

Kedua mata Yukwon membulat. Di sofa ruang tamu, Shiah tengah berbaring. Perlahan ia menghampiri sosok yang berbaring itu dan ia dibuat terperanjat untuk kedua kalinya ketika sosok yang ia yakini sebagai Shiah itu langsung melompat ke dalam pelukannya.

“Meow~”

“Sh-shiah… Kau ini apa-apaan ‘sih? Jangan mena—”

Ucapan Yukwon terhenti ketika ia merasakan ujung tajam kumis menusuki kulit pipinya. Kedua mata Yukwon semakin membulat ketika menyadari gadis yang berada dalam pelukannya itu berkumis seperti kucing, bertelinga seperti kucing dan ketika Yukwon mengarahkan tangannya menyentuh bagian belakang tubuh Shiah, ia merasakan keberadaan sebuah ekor.

Wajah rupawan Yukwon diberikan cakaran ketika tanpa sengaja ia menyentuh ekor si gadis.

“Aduh!” Yukwon refleks melepaskan pelukannya untuk mengusap wajahnya, menyebabkan gadis itu jatuh terduduk di atas lantai.

“Meow!”

“…”

Yukwon hanya terdiam di tempat. Ia tidak memercayai kekasihnya telah berubah menjadi kucing —kucing jadi-jadian. Yukwon merasakan bulu kuduknya merinding.

“Meow!” Shiah, dalam posisi on all fours, mendekati Yukwon.

Yukwon melangkah mundur.

Kembali Shiah mendekati Yukwon, dan kembali Yukwon melangkah mundur. Hal yang sama terus-terusan terjadi hingga Yukwon terpojok pada ujung ruangan, punggungnya bersentuhan dengan tembok.

*****

Yukwon menghela napas. Konsentrasinya terbagi pada acara televisi dan kitty!Shiah yang tengah merebah di sofa bersamanya dengan posisi kepala berada tepat di atas paha Yukwon.

Yukwon tertawa geli ketika rambut Shiah menggelitik pahanya, gadis itu tidak pernah berhenti menggerakan tubuh, mencari posisi rebah yang nyaman.

“Hey, Shiah. Berhenti bergerak. Geli tahu!” Yukwon menepuk pelan kening Shiah.

Shiah berhenti bergerak dan kedua tangannya menggapai-gapai jemari Yukwon yang menggantung tak jauh dari wajahnya.

“Hm? Kenapa? Kau mau bermain?” Yukwon mengarahkan tangannya kesana-kemari dan kedua tangan Shiah mengikuti gerakan tangan Yukwon, ingin menggapai tangan si lelaki.

Yukwon tersenyum geli, bukan karena kegelian melainkan karena merasa apa yang terjadi di depan matanya itu sangatlah lucu.

*****

Setiap pagi Yukwon selalu meminum segelas susu, entahlah, menurut lelaki kelahiran tahun 1992 itu pagi hari tidak lengkap apabila tidak meminum susu.

Ia berjalan menuju ke dapur, meninggalkan Shiah bergelut di sofa. Ia membuka pintu kulkas dan mengeluarkan satu botol penuh susu dan membawanya ke ruang tamu. Ia berencana meminum susu sambil menonton televisi, namun ia menyesali keputusannya tersebut, karena ketika ia usai menegak susunya Shiah langsung menyerangnya.

Kini keduanya berada dalam posisi yang benar-benar awkward. Yukwon terbaring terlentang di atas sofa sementara Shiah duduk di atasnya. Gadis itu mendekatkan wajahnya pada Yukwon —membuat lelaki itu memejamkan mata— kemudian menjilati bekas susu yang masih tersisa di sudut bibir Yukwon.

Yukwon merasakan wajahnya memanas. Ia tidak tahan lagi. Ia membuka matanya dan bersamaan dengan itu ia membalik posisi —kini Shiah yang berbaring terlentang.

Yukwon menegak ludahnya sambil memandangi wajah cantik Shiah (yah, walaupun berkumis seperti kucing bagi Yukwon Shiah tetap yang paling cantik). Tangannya menyentuh wajah Shiah perlahan dan gadis itu mengeong.

Yukwon mempersempit jarak antara wajah keduanya. Bibir keduanya nyaris bersentuhan dan…..

TING TONG!
TING TONG!
TING TONG!

Konsentrasi Yukwon kembali membuyar dan kali ini ia baru benar-benar membuka mata. Yang terlihat olehnya hanya warna putih dari langit-langit ruang apartmentnya.

Aish! Sial!” Ia tidak tahu apa yang ia sesali tetapi ia tetap berjalan menuju ke pintu untuk membukanya.

Begitu pintu terbuka, tampaklah sosok Shiah —tanpa kumis, tanpa telinga kucing, dan tanpa ekor tentunya— dengan wajah masam. Gadis itu sudah berdiri cukup lama di depan sana menunggu untuk dibukakan pintu.

Yukwon mengerjapkan kedua matanya. Rasanya bagaikan mimpi Shiah kembali ke apartment.

Oppa! Kenapa lama sekali membuka pintunya!?”

“A-ah. Maaf. Oppa ter—”

“Sudahlah! Aku…” Ucapan Shiah terhenti. Gadis itu menatap Yukwon untuk sepersekian detik sebelum menurunkan tatapannya menatap lantai.

“… Aku mau minta maaf soal kemarin. Kita pelihara anak anjing sa—”

“Hahaha! Sudahlah. Tidak usah dipikirkan!” Yukwon mengacak-acak rambut Shiah sebelum memeluk erat gadis itu.

Oppa sudah memutuskan bahwa mungkin sebaiknya kita memelihara anak kucing saja.”

“Eh?”

“Ini bukan hanya karena mimpi itu saja. Oppa rasa, apapun layak dicoba dan dilakukan untuk melihatmu tersenyum.”

FIN.


 

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s