Crush

CRUSH copy

PRESENTED FOR
KNK FANFICTION INDONESIA’S 1ST STAFF PROMPT

 

CRUSH

by Atatakai-chan

.

starring
KNK Inseong as Jung Inseong
and
OC as Park Ahreum

|| AU, Fluff — Ficlet — General ||

.

Disclaimer:
The plot belongs to Atatakai-chan as the author of this fanfiction. Copying and republishing this work without the author’s permission is prohibited.

===============================

You can always lean on me.
—Propose (고백) / KNK (크나큰)

===============================

“Ahreum! Kau sedang apa?”

“Eh!?” Ahreum buru-buru menutup kembali kotak bekalnya yang sudah separuh terbuka. Gadis itu berlari menjauhi tangga tempat ia semula duduk.

“Tunggu!”

Ahreum sesekali menoleh ke belakang sambil terus berlari untuk mencari tahu apakah si lelaki tadi —Jung Inseong— masih mengikutinya dan setiap kali kepalanya menoleh ia mendapati Inseong masih di sana, menyusulnya tak kalah cepat.

“Awa—”

Terlambat. Belum selesai Inseong memperingatkan tentang lantai lorong yang tengah diperbaiki, Ahreum sudah jatuh. Kotak bekalnya yang berisi masakan buatan sang kakak berhamburan kemana-mana. Ahreum meringis namun tak berani menatap sekelilingnya karena ia mendengar tawa orang-orang yang tertuju padanya.

Ahreum menegak ludah, ingin rasanya ia bangkit berdiri dan kembali berlari namun, ia tidak bisa. Sepertinya kakinya terkilir dan ia terlalu malu untuk menatap sekelilingnya. Ia hanya bisa pasrah setiap mendengar langkah kaki Inseong yang semakin lama semakin mendekat.

“Bisa berdiri?”

Ahreum mengangguk pelan sebagai respon.

“Berpeganganlah padaku.”

Ahreum kembali mengangguk seraya memegangi lengan Inseong. Lelaki itu secara perlahan menuntunnya untuk berdiri dan keduanya bersama-sama menuju ke UKS.

Keheningan tercipta. Sebelumnya tidak pernah ada karena mereka adalah teman sejak kecil namun, semuanya berubah ketika Inseong menyatakan perasaannya tiga hari lalu sepulang sekolah.

“Apa kau menjauhiku gara-gara itu? Kalau iya, aku minta maaf.” Inseong akhirnya memecah keheningan.

Ahreum terdiam. Ia ingin menjawab namun lidahnya kelu dan juga otaknya terasa beku.

Inseong menghela napas. Ia memutuskan untuk kembali mencoba mencairkan suasana, “pekan olahraga dua hari lagi. Kalau ternyata kakimu terkilir, aku akan menggantikanmu bertanding Tenis mewakili kelas kita. Kau tahu kau bisa mengandalkanku, bukan?” Inseong tersenyum pada Ahreum.

“Kau tunggu di sini. Aku akan minta izin pada ketua kelas kalau-kalau nanti kita terlambat masuk.”

“Tu-tunggu.”

Inseong berhenti melangkah ketika bagian belakang bajunya ditarik oleh Ahreum.

“A-aku.. Sebenarnya… A-aku juga menyukaimu.”

“Bodoh. Kalau begitu kenapa lari?”

FIN.

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s