The Broken Bond

The Broken Bond copy

THE BROKEN BOND

 

starring
Crush as Shin Hyoseop
Zion.T as Kim Haesol

.

|| AngstAUFriendshipSchool-Life — Ficlet — General ||

.

mentioned
Kush as Kim Byunghoon
Dean as Kwon Hyuk

.

“Haesol-ah! Aku dengar dari ibumu kau juga masuk SMP yang sama denganku ya?”

“Tentu saja, dong, Hyoseop. Kita ‘kan teman.”

Hyoseop tersenyum lebar, memamerkan deretan giginya dan yang disenyumi pun ikut tersenyum lebar.

“SMA juga kita bareng ya?”

“Iya. SMA juga. Teman selamanya?” Haesol menyodorkan jari kelingking tangan kanannya pada Hyoseop dan kemudian disambut oleh tautan jari kelingking dari Hyoseop.

“Selamanya berteman.”

Haesol berjalan keluar dari ruangan 12-2. Dalam genggaman tangannya ada map raport yang dibalut sampul tebal berwarna gelap. Helaan napas lolos dari mulutnya karena, puji Tuhan, hasil akhir yang diperolehnya memuaskan.

“Hey, Haesol! Bagaimana hasil akhirmu?”

Haesol tersentak ketika sahabatnya, Hyoseop tiba-tiba saja muncul dan merangkul bahunya. Haesol mengangguk, menandakan hasil akhirnya baik-baik saja. Hyoseop yang lebih tinggi beberapa sentimeter dari Haesol menghentikan langkahnya dan kemudian melepaskan rangkulannya. Ia merentangkan kedua lengannya lebar-lebar.

“Ayo, peluk aku, kawan! Selamat! Kau pasti lagi-lagi ranking satu!”

Haesol menyanggupi dirinya untuk memberikan pelukan bersahabatnya pada Hyoseop. “Hey, Hyoseop,” Haesol melepaskan pelukannya kemudian melanjutkan, “ada yang ingin kubicarakan.”

“Teruskan saja, Haesol. Biasanya juga kau langsung nyerocos kan?” Hyoseop memamerkan seringaian tipis.

Haesol menghela napas dalam, masih bimbang apakah keputusan memberitahu Hyoseop mengenai kepindahannya adalah hal yang tepat apabila disampaikan sekarang.

“Hey?” Merasakan ada yang aneh dari temannya membuat Hyoseop mengerenyitkan kedua alisnya. “Apa kau baik-baik saja, Haesol?”

“Keluargaku akan pindah.”

“A-apa? Pindah?”

Haesol mengangguk lemah, kedua matanya bahkan tak menatap Hyoseop yang berdiri di hadapannya. Ia terlalu takut untuk melakukan hal itu. Takut melihat kekecewaan tergurat pada wajah sahabatnya itu.

“Maafkan aku, Hyoseop. Keputusan ayahku itu jugalah mendadak.”

“…”

Tak adanya respon dari Hyoseop membuat Haesol menengadahkan wajahnya untuk menatap Hyoseop dan penyesalan langsung ia rasakan ketika melihat raut wajah masam Hyoseop —wajah Hyoseop merah padam dibakar api amarah.

“Kau bilang SMA pun kita akan bersama!”

“A-aku tahu. Aku ingat, Hyoseop. Maka dari itu maafkan a-”

KAU BILANG SMA PUN KITA AKAN BERSAMA! KAU BILANG KITA ADALAH TEMAN SELAMANYA!

“Dengarkan aku, Hyoseop. Bukan berarti dengan begini pertemanan kita berak-”

“Oh! Di sini kalian rupanya!” Seorang laki-laki datang menghampiri kemudian menepuk pundak Hyoseop dan Haesol secara bersamaan.

“Ayo kita rayakan kelulusan kita. Jaeho mau mentraktir semua anak kelas 12-2 makan-makan!”

“Minjae, maaf, aku sedang berbincang dengan Hyo-”

Hyoseop merangkul pundak Minjae dan langsung membalikkan tubuhnya, berjalan menjauhi Haesol yang berdiri terpaku memandang punggung Hyoseop dan Minjae yang semakin menjauh.

“Ayo, kita pergi. Haesol tidak akan bisa ikut karena harus membereskan barang-barangnya yang akan dibawa pindah.”

 


 

Hujan mengguyur kota, membuat jalanan apabila dilihat dari atap sebuah gedung nampak dipenuhi oleh payung-payung berjalan. Di halte bus, Haesol berdiri menunggu kedatangan bus tujuannya.

Tubuh jangkisnya dibalut oleh seragam SMA Hannyoung. Laki-laki yang mengenakan kacamata itu membuka-tutup flip ponselnya berkali-kali. Kedua matanya menatap kosong pada layar ponselnya yang juga kosong.

 

“Halo dengan kediaman Shin.”

“Halo. Selamat pagi, bibi.”

“Oh! Haesol ya? Apa kabar, nak?”

“Kabarku baik-baik saja, bibi. Bagaimana denganmu?”

“Syukurlah! Ayah dan ibumu juga pasti baik-baik saja ‘kan? Hahaha. Kabar bibi juga baik, kok.”

“Iya, ayah dan ibu juga baik-baik di sini. Apa Hyoseop ada di rumah?”

“Hyoseop ya? Sebentar bibi pan-“

Dari ujung telepon Haesol dapat mendengar suara langkah kaki yang kemudian disusul oleh perkataan, “dari Haesol? Katakan padanya aku tidak ada di rumah!”

Haesol tertawa getir. 

“…”

“…  Bisa tolong sampaikan saja padanya untuk membalas pesan dariku? Aku sangat merindukannya.”

“A-ah. Baik. Akan bibi sampaikan. Maaf ya, Haesol. Akhir-akhir ini dia sedang tidak enak hati.”

“Tidak apa-apa kok. Aku mengerti. Terima kasih ya, bibi.

 

Hari pembagian raport SMP adalah hari terakhir Haesol melihat Hyoseop. Keesokan harinya, di hari kepindahannya, bahkan Hyoseop tidak mengucapkan selamat tinggal. Yang datang hanyalah ibu Hyoseop, wanita itu mengucapkan salam perpisahan pada kedua orangtua Haesol.

“Hey! Apa kau mau mengerjakan tugas bersama, Hyuk?”

Haesol menoleh ke arah sumber suara. Suara itu amat dikenalnya. Sekilas senyum terpancar dari wajahnya. Tak jauh dari tempatnya berdiri, dilihatnya Hyoseop sedang berjalan dengan seorang anak laki-laki yang dipanggil Hyuk. Keduanya berjalan semakin mendekat ke arah Haesol dan senyum Haesol semakin mengembang.

“Hyo-”

Sayangnya senyuman Haesol tak berlangsung lama karena Hyoseop berjalan melaluinya begitu saja seolah dirinya sama sekali tidak nampak di mata lelaki berbibir tebal itu.

Dari kejauhan terdengar suara bus mendekat namun, Haesol tidak siap untuk naik karena kini ia berjongkok memeluk kedua lutunya. Bahunya bergetar, tangis yang ditahannya memaksa untuk keluar.

 


 

EPILOGUE

“Apa kau kenal Minkyung? Perempuan itu…”

Tatapan Hyoseop teruju pada aspal. Apa yang dikatakan oleh teman barunya, Kwon Hyuk, sama sekali tidak ada yang terdengar olehnya walaupun keduanya berjalan berdekatan.

“… Apa kau setuju Hyoseop?”

“A-ah? Apa?”

‘DUK!’

Hyoseop merasakan sakit pada pundaknya ketika ia tanpa sengaja menabrak seorang laki-laki yang berjalan ke arah yang berlawanan. Laki-laki itu bertampang sedikit seram dan mengenakan seragam SMA yang sama dengan Haesol.

“Kalau jalan lihat-lihat ‘dong!” Laki-laki itu berujar.

Sorry.” Hyoseop meminta maaf sebelum berlalu, tidak bersemangat bahkan untuk meminta maaf secara formal.

“Kau baik-baik saja Hyoseop?”

Yeah,” Hyoseop menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, ke arah halte bus tempat Haesol berada. “Aku baik-baik saja.”

“Sudah, kejadian tadi tak usah dihiraukan. Kalau kau mengajaknya berantem juga kau pasti kalah.” Hyuk terkekeh, mengira Hyoseop tengah memperhatikan lelaki yang baru saja bertabrakan dengannya tengah melangkah menuju ke halte bus.

.

.

.

“Hey. Apa kau tidak naik bus?”

Haesol mendongakan kepalanya, mendapati seorang laki-laki berseragam SMA Hannyoung berdiri di hadapannya. Ditatapnya laki-laki itu dengan kedua matanya yang berair.

“Eh? Apa kau menangis? Astaga! Kau ‘kan laki-laki masa menangis?” Laki-laki itu kemudian ikut berjongkok di hadapan Haesol.

“Ini, seka matamu! Memalukan saja. Masa seorang siswa SMA menangis di halte bus?”

Haesol menerima saputangan yang disodorkan padanya oleh laki-laki yang mengenakan nametag: Kim Byung-hoon itu.

“Ngomong-ngomong, namaku Byunghoon.”

“Eh?” Haesol menatap Byunghoon dengan tatapan heran sambil menyeka sebelah matanya.

“Kau siswa tingkat satu Hannyoung juga ‘kan? Ayo kita berteman.”

Iklan

2 tanggapan untuk “The Broken Bond

  1. WAGH SI WEN LIU PARAH. AKU KAGET PAS BUKA WPMU TERNYATA ADA FANFIC BARU TOH. ENTAH KENAPA KALO BACA FANFIC KAMU NGALIR AJA GITU. HEHE~

    INI KENAPA CRUSH SAMA ZAYONTI TETIBA BIKIN SAYA BAVER LAGI. KAMU TAU GAK WEN INI MENGINGATKANKU AKAN KEJADIAN TADI MALAM DI FINAL SMTM5. MUKA ZAYON YANG KAYAK “BENERAN KANGEN” SAMA CRUSH GITU.

    DUH MAAP AKU RUSUH. SOALE AKU KANGEN SAMA TULISANMU INI. HUHUHU

    NICE FIC ANW 😘😚💋❤❤❤❤❤❤❤

    Salam

    mamades (maksa bgt kak)

    Suka

    1. Wen Liu bukannya OC buatan kita itu ya? *eh hahahaha
      CIEEEE YANG KANGEN AKU SAMPE MAMPIR KEMARI AWW AWWW AWWW Jadi enak dikangenin sama cewek-supel-yang-aku-kenal-melalui-fanfiksi-absurd

      LAH APAAN KANGEN SAMA TULISANKU TIAP HARI JUGA KAN LIHAT TULISANKU (di LINE) wkwk

      Aku belum nonton nih, tapi liat banyak yang tag si Zayanti foto screenshot komuk dia yang kayak “beneran kangen” sama Hyoseop

      Makasih ya mama udah mampir ❤
      Mwah mwah (?)

      Suka

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s