Unconditional Love / Kim Haesol Ver.

Uncoditional Love (ZionT Ver)

 

UNCONDITIONAL LOVE

 

|| an angst ficlet by atatakai-chan ||

.

starring
Zion.T as Kim Haesol

.

Another “Unconditional Love” stories:
(Boo Seungkwan Ver.) (Hirai Momo Ver.)


Cintailah seseorang dengan tulus

Jangan mengharapkan balasan apapun

Sedari aku kecil, kedua orangtuaku sudah mengajariku hal-hal itu –mengenai pengorbanan dalam cinta– dan aku tidak pernah sekalipun melupakannya.

 

 

“Haesol oppa, apakah baju ini cocok untukku?”

Aku menoleh dan aku melihat tubuhnya dibalut sebuah gaun casual berwarna biru tosca –warna favoritnya. Rambut cokelatnya yang panjang kini hanya sebatas bahunya, dua hari lalu aku mengantarkannya ke salon.

“Cocok sekali. Faktanya semua pakaian cocok untukmu.” Aku tersenyum memamerkan deretan gigi atasku yang berkawat.

“Ah, kau ini bisa saja oppa.” Senyum malu-malunya selalu berhasil membuatku tersenyum geli.

Cantik. Manis. Segala bentuk kata lain dari “indah” dapat digunakan untuk menggambarkan gadis yang kini berdiri di hadapanku. Aku memang bukanlah raja tetapi dirinya adalah ratuku.

“Apa kau mau beli semua baju-baju yang sudah kau coba tadi?”

Aku berjalan mendekatinya yang tengah memunggungiku, kedua manik cerahnya menatap pantulan dirinya sendiri yang berada di dalam cermin.

“Hm… Mau sih tapi–”

“Aku yang bayar.”

Ia langsung menoleh ke arahku. Sesuai yang kuperkirakan kini kedua matanya membulat. Dan aku hanya tersenyum mendapatkan reaksi itu darinya.

“Ih! Gak mau! Oppa sudah dari kemarin traktir aku terus.”

Aku terkekeh melihat kedua pipinya kini menggembung. Menggemaskan. Aku menangkup wajahnya dan kucubit-cubit pelan kedua pipinya, “Tidak apa-apa. Kan kau sendiri yang bilang waktu itu.”

“Aku bilang apa?”

Aku tersenyum, cukup lebar sehingga kedua pipiku terasa seperti ditarik, “waktu itu kau bilang ‘Haesol oppa sepertinya orang yang sangat baik’ apa kau tidak ingat?”

Aku tidak bisa marah, apalagi menyalahkannya kalau ia tidak ingat hari itu –hari pertama kali kami bertemu– karena pada dasarnya aku memang tidak mempunyai hak untuk melakukannya. Lagipula yang namanya lupa itu adalah hal wajar, aku juga terkadang lupa memberi makan kucing peliharaanku.

“Haesol hyung, maaf. Aku ingin bicara sebentar dengan kekasihku.”

Aura kekasih yang cemburu. Aku dapat merasakannya tanpa harus berbalik dan menoleh pada Myungwon yang berdiri tak jauh di belakangku sambil melipat kedua lengannya di depan dada –pantulannya ada pada cermin dan matanya menunjukan kecemburuan itu.

Aku tersenyum tipis. Wajar saja Myungwon cemburu. Aku dan gadisnya baru bertemu satu minggu lalu dan sudah menjadi sedekat ini.

Dengan mudahnya gadis yang wajahnya kutangkup lolos daripadaku dan berlari kecil menghampiri kekasihnya, si lelaki 185cm itu.

“Maaf oppa baru bisa datang. Tadi ada keperluan.”

“Tidak apa-apa. Oh iya! Coba lihat. Apa menurutmu aku harus ambil gaun yang ini?”

Myungwon mengangguk, senyum terlukis di wajahnya. Dan gadis itu, Wen Liu, balas tersenyum padanya –senyuman yang selalu kudambakan namun tak pernah bisa kubayangkan karena ia tidak pernah menujukannya padaku. Aku hanya bisa melihat dari kejauhan setiap kali ia menunjukannya pada Myungwon.

“Lain kali kalau kau mau jalan-jalan ajak saja Desse kekasihnya Reddy hyung. Kau tahu nomor teleponnya kan?”

“Aku tadi sudah telepon tapi tidak diangkat. Aku menelepon oppapun teleponnya tidak diangkat jadi kutelepon saja Haesol op–”

“Tapi Haesol hyung ‘kan orang sibuk, sayangku. Jangan suka ganggu orang lain.”

Kulihat Wen Liu mengangguk pelan dan dari balik kacamataku yang berwarna hitam pekat, aku melihat Myungwon mengecup keningnya.

 

 

Cintailah seseorang dengan tulus tanpa mengharapkan balasan apapun.”

Ya. Aku sudah belajar dari pengalamanku.

 

 

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s