Cheesy

Cheesy

Cheesy

.

Ficlet by Atatakai-chan

.

starring
Kush

.

|| rating: G ||

|| genre: slight!Comedy, Fluff ||

.

.

Audisi kali ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Dari jutaan peserta audisi telah berhasil tersaring lima puluh orang yang kriterianya hampir mendekati ketentuan yang memang sudah direncanakan dari awal. Di atas panggung berdiri lima puluh orang itu dan di hadapan mereka tergelar sebuah meja panjang dengan tiga buah kursi kosong di baliknya.

Di kursi paling kiri telah duduk seorang pria bungkuk yang indera penglihatnya dihalangi oleh kacamata bulat berwarna hitam pekat –Zion T– kemudian di sampingnya duduk seorang pria dengan kupluk menghiasi kepalanya, kalau saja bukan karena wajahnya yang muda orang-orang pasti akan salah menduga bahwa ia adalah CEO Yang. Kursi paling kanan masih kosong –itulah yang menyebabkan Zion T memasang tampang sebal.

“Baiklah kita mulai saja tanpa –”

Suara pintu yang dibanting terbuka dari luar membuat semua mata yang berada dalam ruangan tertuju ke arah pintu. Dari luar, Kush berjalan terburu-buru memasuki ruangan. Rambutnya belum tertata rapi.

“Maaf aku terlambat” Kush meminta maaf pada semua orang yang berada dalam ruangan.

Dan permintaan maaf tersebut mendapatkan respon baik dari semua orang kecuali Zion T yang masih bersungut-sungut sembari membolak-balik jurnal yang berisi data para peserta audisi tahap penyisihan.

“Baiklah, karena semua juri sudah terkumpul, saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada kalian yang berhasil memijakan kaki kalian di babak penyisihan ini.”

Ucapan selamat dari juri yang duduk di tengah itu disambut oleh tepuk tangan kelima puluh peserta serta dua juri yang duduk di samping kanan dan kirinya. Beberapa peserta saling bertukar pandang dan tersenyum pada satu sama lain –hal ini cukup membuktikan bahwa mereka merasa bahagia.

“Sekarang, kami memberikan dua menit untuk Anda semua membentuk sepuluh kelompok besar yang berarti masing-masing kelompok beranggotakan lima orang. Setelah itu masing-masing perwakilan kelompok dipersilakan untuk mengambil nomor undian di atas meja.” Teddy berujar seraya menepuk-nepuk permukaan meja menggunakan telapak tangan kanannya.

Di atas panggung, para peserta tengah sibuk membagi kelompok. Mereka buru-buru karena waktu yang diberikan tidak lama. Tidak penting mengenal atau tidak mengenal anggota kelompok, yang penting mempunyai kelompok. Dua menit sudah berlalu dan mereka semua sudah berdiri bergorombol berdasarkan kelompok. Senyum tersungging di tepi bibir Teddy –pria itu merasa puas.

“Silakan perwakilan kelompok turun dan ambil nomor undian.”

Sesuai dengan perintah Zion T, perwakilan kelompok satu persatu menuruni panggung dan berjalan menuju ke meja juri. Tiga orang lelaki dan dua orang perempuan. Yang pertama adalah lelaki bertubuh jangkung. Lelaki itu dengan cermat mengamati kertas yang dijejerkan dengan posisi terbalik, perlahan-lahan menentukan kertas mana yang sebaiknya ia ambil –dan pilihannya jatuh pada kertas kedua dari kiri yang ketika ia balik posisinya bertuliskan nomor urut empat.

Yang kedua adalah lelaki berambut cepak yang menjatuhkan pilihannya pada kertas di tengah yang dibaliknya bertuliskan nomor urut dua. Kemudian si perempuan ber-eyeliner tebal. Berikutnya lelaki gemuk. Menyisakan satu kertas bertuliskan nomor urut tiga untuk si perempuan kedua dengan rambut hitam panjang menjuntai sepanjang bahu.

“Namamu siapa?” Terdengar Kush bertanya, membuat perempuan itu menoleh.

“Nama saya –”

“Namanya Destiana. Di daftar peserta juga ada ‘kan? Makannya baca kertas-kertas itu. Kau pikir untuk apa mereka mengisi formulir pendaftaran kalau hanya untuk dipajang?” Zion T menanggapi dan tanggapannya itu memancing tawa orang-orang yang mendengar –Teddy dan Destiana.

Kush menghiraukan Zion T, dengan pandangan yang masih tertuju pada Destiana ia kemudian membuka mulut, “aku ingat kau salah satu orang yang aku amati ketika audisi berlangsung, style rappingmu benar-benar menarik dan aku berpikir untuk memasukanmu dalam timku.”

Tidak tahu harus menjawab apa Destiana hanya mengangguk-angguk, entah apa yang ia setujui.

“Jadi tadi Zion T bilang namamu Des–”

“Nama saya Destiana,” perempuan itu menyahut sebelum Kush selesai.

“Namamu ‘kok rasanya panjang sekali? Bagaimana kalau aku memanggilmu destiny karena kaulah destinyku itu.”

Dalam waktu sepersekian detik berikutnya kedua pipi Destiana merona merah, kedua mata Teddy membulat, dan mulut Zion T menganga.

Setelah rasa shocknya hilang Zion T buru-buru mengisyaratkan Destiana yang masih terpaku di tempat untuk segera kembali ke panggung dengan gerakan tangannya.

“Bodoh! Kau pikir ini acara biro jodoh?!” Tidak dapat menghilangkan rasa malu sekaligus kesal membuat Zion T beranjak dari kursinya dan mengguncang-guncang tubuh Kush cukup kuat sehingga menimbulkan bunyi decitan dari kaki kursi yang bergesekkan dengan permukaan lantai.

“Berisik! Kau pikir merangkai pick up line itu mudah?” Kush menyahut –dan oalah wajahnya dibakar api rasa malu.

 


 

presented for a friend of mine, kakdesg2loh (?)

Iklan

7 tanggapan untuk “Cheesy

  1. HAI HELO ANNYEONG KENALKAN KU NADA/MINS #98 NICE TO KNOW YOUU

    KOK AKU NGAKAK!!!! DESTINY ECIEEEEE BUISYAAA AJA OM KUSH INI AWWWW
    Lucuuuuu fluffy nya ngenaaa bangeet sumpaah aku sampe mesem2 gak jelas ini sukses sekaliiii kwkwkwkw
    Eh mau dong dengerin kakdess rapping EAAAKKK

    KEEP WRITING WOTH YOUR OWN STYLE!!! 👍😄😄

    Disukai oleh 1 orang

    1. HALO NADAAA XD

      Hahaha syukurlah kalau fluffnya dapet, aku awalnyatakut fluffnya ga dapet soalnya aku suka sibuk sama duniaku sendiri sih jadi takut orang ga sama presepsinya (?)

      Makasih banyak lho ya sudah menyempatkan waktu untuk baca dan meninggalkan komentar ❤

      OOH BOLEH BANGET SILAKAN HUBUNGI ORANG YANG BERSANGKUTAN 8D

      Hahaha makasih supportnya ya Nada ❤

      Disukai oleh 1 orang

  2. AMPUN WEN AMPUN!!! KURANG AJAR SEKALE FFNYA. ASTAGAA~~~
    AKU NAHAN KETAWA DARI AWAL SAMPE AKHIR. TAPI KETAWAKU PECAH WAKTU KUSH BILANG TUH NAMA KEPANJANGAN, MENTANK2 NAMA DIA KEPENDEKAN.

    MAAF WEN KEPSLOK JEBOL. HARAP MAKLUM. SEKALI LAGI AKU SUKA SAMA TLISANMU YANG SELALU RINGAN DAN MUDAH DICERNA(DIKIRA MAKANAN). MAKASOY YAAA WEN, BININYA GRAY, SELIRANNYA SSAMDI, DAN CALONNYA G2. MAKASOOOYY! NICE FIC ANW. ❤❤❤❤❤SENANG BERTEMAN DENGAN ANDA❤❤❤❤ KUTUNGGU FF ANAK AOMG YANG LAINNYA. SEMANGAT!❤❤❤❤💋💋💋😘😘😘😘😘💪💪💪

    Disukai oleh 1 orang

    1. CAPSNYA KAK TOLONG KASIAN DIGENCET MULU NANGIS DIA NTAR ;A;

      HAHAHA MODUS CERITANYA SI KUSH udah tua malu belum ada gandengan jadi ya g2 :”)

      Syukurlah kalau suka fanficnya ❤ ❤ ❤

      IH G2 MAH AKU NGASIH AJA!!!! AKU CALONNYA CHULGOO 😥

      MAACIH KAK ❤

      Disukai oleh 1 orang

  3. kukira bakal fokus sama kompetensinya atau apa yang berhubungan kompetensi itu, malah endingnya fokusnya sama kush yang naksir sama rapp-nya desti wakakakak ngakak aku pas si kush bilang soal namanya terlalu panjang terus mau dipanggi destiny :’v juga sama zion t yang makin kesel sama satu makhluk ini wakakakak
    masya allah bikin aku nahan tawa di lab :’v /untung lagi jam kosong :v

    pokoknya nice fict lah ini :v

    Disukai oleh 1 orang

    1. hayo lagi di lab kalau ngakak nanti dimarahin professor Snape *eh XD

      makasih banyak ya Erika sudah menyempakan waktu untuk baca dan tinggalkan jejak ❤

      semangat di labnya! (?)

      Suka

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s