Fall In Love

fall in love

Title : Fall In Love

Length : Songfic

Genre : AU, Romance, Hurt

Rating : G

Starring
OMG Mimi as Kim Mihyun

OMG Jiho as Kim Jiho
U-KISS Jun as Lee Junyoung

I own the plotKetika aku menangis menandakan flashback.
Please enjoy the fanfiction  ^^


 

“Mihyun noona, hari ini kau cantik sekali!”

When I fall in love

君の愛に
(in your love)

僕はすべて失くして 溺れたよ
(I lose myself, I’m drowning)

Love once again

Mihyun menghela napas. Rintik demi rintik hujan yang mengenai kepalanya tidak ia hiraukan. Mihyun tidak menyukai hujan tetapi hari ini pengecualian. Ia merasa lega hujan turun sehingga ia tidak perlu menyembunyikan air mata di balik kedua tangannya.

Dadanya terasa sesak.

Setengah jam yang lalu ia merasa bahagia ketika Junyoung menghubungi untuk mengajaknya bertemu.

消えない足跡 月は見ていた
(These footprints won’t disappear. We saw the moon)

I don’t like it

ただひとり零す涙
(Just one tear is falling)

ダメなんだ Back to low
(It’s useless. Back to low)

恋しくて
(I love you)

何度も 同じ場所で今日も 同じ愛を待つよ
(… however many times, at the same  place, every day, I carry the same love for you)

Junyoung. Lee Junyoung. Lelaki yang kerap memanggilnya noona namun sangat lebih dewasa dibandingkan dirinya. Ialah teman masa kecilnya yang berusia satu tahun lebih muda namun sangat bisa diandalkan.

Dua puluh menit yang lalu ia merasa dirinya adalah orang tercantik sejagad raya ketika teman masa kecilnya itu menyebutnya cantik.

Namun lima belas menit yang lalu, seluruh tubuhnya seperti mati rasa.

やさしい瞳の奥で ふたりひとつになれた
(Behind gentle eyes, we became one)

Heart is broken もう一度だけ 見つめて
(Heart is broken, let me see you one more time)

I am in love

Noona, perkenalkan, ini Yuna, Choi Yuna. Kekasihku.”

Semuanya berawal dari kalimat kedua yang keluar dari mulut Jun ketika mereka sudah berada di taman kota tempat perjanjian mereka.

“O-oh,” sebuah senyum yang dibuat-buat terpampang di wajah Mihyun.

Nah, Yuna, perkenalkan, ini Mihyun noona. Teman masa kecilku sekaligus sahabatku yang berharga. Aku sudah menganggapnya seperti noona kandungku.”


“Menjadi temanmu? Tentu saja. Kenapa tidak? Kalau perlu kita bisa menjadi sahabat. Bagaimana?”

When I fall in love

君の愛に
(in your love)

僕はすべて失くして 溺れたよ
(I lose myself, I’m drowning)

When I fall in love

振り向きもせずに
(without turning around)

違う愛に揺れていく  君が今  愛しい
(It became a different shaking love I yearn for you now)

Jiho memejamkan kedua matanya yang terus meneteskan air mata. Ia meningat pertemuan pertamanya dengan orang itu 3 tahun lalu. Satu-satunya orang yang menyadari keberadaannya ketika yang lain berlagak seolah ia adalah makhluk tembus pandang. Satu-satunya orang yang mengulurkan tangan padanya ketika orang lain memunggunginya.

Jiho ingat bagaimana pertemuannya dengan orang itu membuatnya percaya bahwa yang namanya cinta itu benar-benar ada dan nyata, bukan sekedar ilusi.

逢いたいと呟いた 白い吐息 冷たい
(I whispered that I wanted to meet you. You sighed. Cold)

今頃君は 甘い 夢の中 かな?
(Are you living a sweet dream right now?)

“Junyoung-ie! Ayo kita ketemuan hari ini! Ada fi-” 

“… Maaf Jiho. Aku ‘kan sudah bilang hari ini aku tidak bisa.”

Helaan napas yang terdengar dari seberang telepon yang berasal dari lawan bicaranyalah yang membuat Jiho mengatupkan rapat kedua bibirnya.

“Apa… Apa hari ini kau sudah ada acara dengan Yuna?” 

Terdengar tawa Junyoung dari seberang telepon. Biasanya Jiho juga akan ikut tertawa kalau Junyoung tertawa namun kali ini yang dikeluarkan oleh Jiho bukanlah sebuah tawa melainkan senggukan.

“Jiho? Apa kau cegukan?”

とけない魔法のよう …
(Like unsolved magic…)

without you everyday I am ill 

魔性に囚われ狂想
(Devilishly you ensnare me)

Wish it is a dream but it is real

Semakin lama Jiho memejamkan matanya, semakin jauh ia berkelana ke masa lalu. Ketika Junyoung tidak masuk sekolah karena sakit, ia akan merasa sangat kesepian. Tanpa Junyoung di dekatnya ia merasa kesulitan untuk bernapas.

Junyoung. Lee Junyoung. Lelaki yang bagaikan matahari yang selalu menyambutnya di pagi hari. Lelaki yang bagaikan bulan, selalu menemaninya sampai ia terlelap.

Betapa ia berharap dua hari lalu adalah hari April Mop.

Junyoung menggandeng Yuna, memegangi dengan erat tangan gadis itu dan keduanya berjalan ke arah Jiho.

“Jiho, kau ingat Yuna ‘kan?”

Wait for you forever never ever give up

ずっと褪めない夢に堕ちたままで 愛し合いたい
(I’ll fall forever into this never-fading dream wanting to love you)

Jiho menganggukan kepalanya. Ia tentu saja ingat Choi Yuna. Gadis yang selalu dibicarakan oleh Junyoung setiap waktu istirahat. Bagaimana ia bisa melupakan gadis  yang menjadi penghalang mimpinya?

“Sekarang kami sudah resmi berpacaran, Jiho. Ayo ucapkan selamat untuk sahabatmu ini ‘dong hehehe!”

Jiho semakin memperat pejaman matanya. Ia memohon pada benaknya untuk mengingat ingatan manapun asalkan bukan ingatan dua hari lalu. Semua ingatannya akan Junyoung merupakan ingatan yang indah, kecuali ingatan dua hari lalu.


“Nuna~ Kalau sudah besar nanti… noona masih tetap mau berteman dengan Junyoung kan?”

When I fall in love

君の愛に
(in your love)

僕はすべて失くして 溺れたよ
(I lose myself, I’m drowning)

When I fall in love

振り向きもせずに
(without turning around)

違う愛に揺れていく  君が今  愛しい
(It became a different shaking love I yearn for you now)

Empat tahun lalu, pada hari ulang tahunnya, Junyoung datang ke rumahnya membawa kotak kado dan dengan polosnya menanyakan pertanyaan yang membuatnya berharap di kemudian hari.

Noona? Apa kau di sana? Lee Junyoung to Kim Mihyun!” Junyoung melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Mihyun.

Hal tersebut memancing tawa Yuna, dan suara gadis itulah yang membawa Mihyun kembali ke saat ini dari empat tahun lalu.

“A-ah! Iya. Noona di sini ‘kok Jun! Wah! Ngomong-ngomong pacarmu cantik sekali ya. Kau itu memang dari dulu sangat suka gadis cantik,”

Junyoung dan Yuna tertawa pelan. Mihyun dapat melihat rona merah muncul di wajah keduanya.

“… Tapi noona  lebih cantik ‘kan?”

“Tentu saja dong! Mihyun noona yang paling cantik… setelah eomma hahaha”

“Kalau begitu kau lebih memilih untuk bersama noonakan?”

Junyoung, Yuna, dan Mihyun sendiri tertegun.

“Hahaha. Hanya bercanda ‘kok. Kalian sangat serasi.”

そっと触れたいよ  もう一度
(I want to touch you gently once more)

Junyoung membulatkan kedua matanya ketika tangan Mihyun yang dingin menyentuh pipi kirinya.

声を聴かせてよ  もう一度
(Let me hear your voice once more)

Noona?”

“Ah… Junyoung sudah besar ya. Sudah menjadi seorang pria eoh?”

Air mata Mihyun kembali mengalir ke atas permukaan tanah bersamaan dengan air hujan. 

欲しがる瞳で もう一度
(With these greedy eyes once more)

Kissをせがんでよ もう一度
(I ask and ask for a kiss once more)

“Apa kau ingat? Dulu setiap sudah waktunya bagi noona untuk pulang ke rumah kau selalu merengek sembari memegangi tangan noona?”

Junyoung mengangguk.

Saat ini tidak ada yang bisa membuat Mihyun lebih bahagia lagi. Setidaknya itu bukan kenangan palsu. Setidaknya, bukan hanya dirinya yang mengingat hal itu.


When I fall in love

君の愛に
(in your love)

僕はすべて失くして 溺れたよ
(I lose myself, I’m drowning)

Jiho membuka kedua matanya yang semula terpejam. Pandangannya menjadi berkunang-kunang setelah ia menutup kedua mata begitu erat beberapa saat lalu.

Padangannya yang jadi berwarna-warni itu tidak menghambatnya untuk mengambil ponsel yang terletak di atas meja belajar.

Jemari Jiho menari di atas keypad ponsel, mengetik nomor Junyoung yang sangat ia hapal.

“Halo?” Terdengar sapaan dari seberang telepon.

When I fall in love

振り向きもせずに
(without turning around)

違う愛に揺れていく 君が今 愛しい
(It became a different shaking love I yearn for you now)

“Junyoung?”

“Ya Ji-“

“Junyoung-ah…”

“Jiho? Ada apa? Apa kau menangis?”

“Aku membutuhkanmu, sekarang.”

逢いたいと呟いた 白い吐息 冷たい
(I whispered that I wanted to meet you. You sighed. Cold)

“Apa sesuatu terjadi padamu?”

“…”

“Jiho? Tunggulah sebentar ya. Aku akan membe-“

“Aku membutuhkanmu saat ini, bukannya nanti!”

Dari seberang telepon terdengar suara Junyoung yang menghela napas. Hati Jiho benar-benar hancur.

Arraseo. Aku akan ke sana sekarang.”


凍てつく街に 僕はひとりで 迷う
(In this freezing town I lose my way, alone)

Mihyun menyingkirkan air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya dengan sentuhan punggung jari telunjuknya. Ia berjalan dan terus berjalan menuju ke rumahnya.

Tidak ada renovasi jalan, tidak ada pembangunan gedung baru, tetapi perjalanannya terasa berbeda karena ini adalah kali pertama baginya berjalan pulang ke rumah tanpa Junyoung di sebelahnya.

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s