Short Hair

Short Hair

SHORT HAIR

An AU and Comedy Ficlet

starring Jun (SEVENTEEN), Mingyu (SEVENTEEN), and Wen Wen Hui (OC)

Halo semuanya! Namaku adalah Wen Jun Hui. Orang-orang biasa memanggilku Jun atau Junhui.  Kini aku tinggal di Seoul, Korea Selatan. Usiaku baru dua puluh tahun ㅡumur internasional. Maka dari itu aku sangat gemar berada di luar apartment untuk bersenang-senang, sekalian mencari-cari Mrs. Right.

Kali ini juga, aku sedang berada di luar apartment  tempat tinggalku. Tetapi aku tidak sendiri. Di sebelah kananku ada Mingyu, temanku yang baru saja kemarin berulang tahun. Kami berjalan-jalan dalam rangka traktiran. Yap, si laki-laki jangkung ini berniat mentraktirku makan. Baik sekali ya?

Hell. Aku sudah benar-benar lapar. Ini adalah kali keempat kami menyusuri pinggiran jalan sembari melihat papan menu restoran-restoran yang berdiri megah menghiasi trotoar tetapi Mingyu masih belum bisa memutuskan. Walaupun wajahnya terlihat sangar, Mingyu benar-benar terlalu memikirkan orang lain. Alasannya belum juga memutuskan adalah karena ia khawatir makanannya tidak cocok dengan lidahku.

 

“Jun, kau mau makan apa?”

“Terserah kau saja, Mingyu. Apapun asal bisa dimakan aku tidak keberatan.”

 

Apa yang aku katakan itu kenyataan. Indera perasaku sudah sangat berpengalaman dengan berbagai macam rasa sehingga aku jamin seratus persen aku bisa mentolerir rasa apapun. ㅡTerserah kalian mau memanggilku perut karet atau apa.

 

“Ah! Tidak ada jawaban lain selain ‘terserah’?” Mingyu mulai berceloteh dan aku hanya meresponnya dengan tawa.

“Sudah cepatlah putuskan mau makan apa. Yang mau traktir ‘kan kau.”ujarku kemudian.

“Baiklah. Kau tunggu di sini ya!”

 

Akhirnya langkah kami berdua terhenti di depan sebuah rumah makan China. Dia benar-benar seorang teman yang caring. Aku, mengikuti perintahnya barusan, berdiri bersandar pada tembok dekat pintu restoran. Keadaan di dalam restoran pastilah penuh ㅡterdengar dari berisiknya suara yang terdengar sampai keluar.

Mingyu tidak suka keadaan ramai, pasti ia hendak mengtakeout pesanan dan makan di tempat lain yang sepi, seperti taman di jalan besar misalnya.

Sambil menunggu aku melayangkan pandanganku ke seberang jalan. Di sana ada sebuah salon yang dikelilingi oleh kaca bening. Aku bisa melihat orang-orang sedang digunting rambutnya, kebanyakan dari mereka adalah perempuan.

Perhatianku tercuri oleh seorang perempuan berambut pendek yang kini tengah disisirkan rambutnya oleh pegawai salon. Rambutnya berwarna cokelat gelap, modelnya bob, dan pendek rambutnya… sangat pas dengan seleraku.

Sebagai pecinta perempuan dengan rambut pendek aku hanya bisa melongo memperhatikannya dari seberang jalan. Semakin lama aku dapat semakin jelas melihat paras perempuan itu.

Satu kata untuk mendeskripsikannya ㅡcantik.

Wajahnya terasa sangat familiar bagiku. Aku mencoba berpikir untuk mengingat mungkin kami pernah bertemu sebelumnya namun percuma saja, otakku terlalu sibuk mengagumi betapa cantiknya perempuan itu!

 

“Hey! Ayo kita ke taman sekarang. Kita makan di sana saja, keadaan di dalam terlalu ramai!”

 

Aku menoleh kepada Mingyu yang baru keluar dari restoran dan menepuk-nepuk pundakku. Sebagian dari diriku rasanya ingin marah ㅡmengganggu saja si Mingyu ini.

 

“Oh, oke,” sahutku. Bagaimana bisa aku membentak teman baikku karena hal sepele seperti ini? Dan lagi, kalau ia tahu, ia pasti akan meledekku habis-habisan.

 

Aku kemudian kembali mengalihkan pandanganku ke seberang jalan. Betapa kagetnya aku melihat si perempuan tadi, dari dalam salon, tengah menatap balik ke arahku ㅡwell setidaknya ia menatap ke arah sini, ke seberang jalan.

 

“Heh! Kau ini sedang lihat apa ‘sih?” Kudengar Mingyu bertanya, namun aku menghiraukannya.

 

Untuk sepersekian detik Mingyu tidak berbicara.

 

“Oooh!”

 

Aku dapat mendengarnya bergumam.

 

“Kau sedang melakukan kontak batin dengan Yeonhee noona ya?”

 

Nama asli kakakku adalah Wen Hui tetapi orang-orang di sini memanggilnya Yeonhee. Mendengar nama kakakku disebut, aku refleks menoleh ke arah Mingyu. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagiku karena aku tinggal di sini berdua dengannya, sehingga setiap ada yang menyebut namanya aku akan langsung menoleh lantaran khawatir ㅡwalaupun aku sering sekali menjahilinya tetapi aku sangat peduli padanya.

 

“Yeonhee noona? Kenapa dia?” tanyaku.

“Kau sedang melakukan kontak batin dengannya ‘kan?” Mingyu bertanya balik padaku, tatapannya seperti orang kebingungan.

“Maksudmu?” Aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh Mingyu.

“Ya… Maksudku begitu. Kau sedang berkomunikasi melalui tatapan mata ‘kan dengannya? ‘Tuh! Lihat dia melambai ke arah kita!” Mingyu melambaikan tangannya.

 

Kedua mataku mengikuti arah lambaian Mingyu yang mengarah ke seberang jalan.

Aku hanya bisa melongo. Pantas saja wajahnya familiar.


 

NOTE:

HAPPY BIRTHDAY, BELATED, KIM MINGYU!

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s