April Mop

Title : April Mop

Genre : AU, Dark

Rating : PG

Length : Drabble

Starring
SEVENTEEN Jun as Wen Jun Hui
OC as Wen Wen Hui

31 Maret 2016
|| 22:00 ||

“Aku pulang!” Wen Hui melangkah masuk ke dalam apartment.

Keadaan hening di dalam membuatnya diliputi rasa heran. Biasanya jam segini adiknya pasti sedang bermain game  di ruang tamu dan suaranya akan langsung terdengar sampai ke lorong tempat masuk.

“Jun? Kau di rumah?”

Wen Hui melangkahkan kakinya ke arah ruang tamu. Kedua matanya menjelajahi ruang tamu namun nihil, adiknya tidak ada di bagian manapun di ruang tamu.

Perempuan yang baru memotong rambutnya itu merogoh saku celana, ia mengeluarkan ponsel miliknya. Pada layar ponsel tertera tanggal, hari, dan jam. Kamis, 31 Maret 2016, pukul 10 malam tepat.

Benaknya terus bekerja, menduga-duga ke manakah adiknya pergi. Jun Hui tidak mungkin berkencan dengan Jean pada hari Kamis. Kerja kelompok… Itu mungkin saja dilakukan pada hari Kamis tetapi sampai pukul sepuluh malam? Rasanya sangat tidak mungkin.

Berjam-jam Wen Hui berkeliling di ruang tamu sembari menggigiti kuku ibu jarinya. Puluhan kali sudah ia menelepon telepon genggam Jun Hui namun tidak ada jawaban.

31 Maret 2016
|| 23:45 ||

BRUAK!

Suara pintu yang dibanting membuat Wen Hui kembali membuka kedua matanya.

“Aduh….”

Suara yang begitu ia kenal terdengar mengerang. Tanpa menunggu lebih lama perempuan berdarah Tionghoa itu berlari menuju ke lorong ruang tamu. Bukannya senang karena sang adik pulang, Wen Hui malah melongo kaget mendapati sosok adiknya berlumuran darah dan pakaiannya sobek-sobek.

“Sakiiit…” rintih Jun Hui.

Sebilah pisau nampak menancap pada pinggul Jun Hui.

“Jun? Kau tidak apa-apa?” panggil Wen Hui.

Tidak ada jawaban.

Wen Hui berlari semakin mendekat pada adiknya yang kini terkapar telentang di atas lantai di dekat pintu. Seberapa kuat Wen Hui mengguncang tubuh Jun Hui, lelaki itu tetap tidak bergerak.

Rasa panik menyelimuti Wen Hui namun seketika, mengingat lima belas menit lagi hari April Mop, rasa panik itu hilang. Ia berjongkok di samping tubuh Jun Hui sambil tersenyum geli, menunggu Jun Hui untuk menghentikan akting murahannya.

DONG! DONG! DONG! …

Jam di ruang tamu berdentang sebanyak dua belas kali, menandakan sudah pukul dua belas. Senyum geli Wen Hui perlahan pudar ketika melihat darah mengalir dari pinggul Jun Hui.

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s