Are You Kidding Me?


Title : Are You Kidding Me?

Rating : G

Length : Ficlet

Genre : AU, Family, Slight!Horror, SLIGHT!Comedy

Starring

SEVENTEEN Jun as Wen Junhui

OC as Wen Wenhui

OC as Hong Jean

Wenhui memutar knop pintu. Hatinya deg-degan tidak karuan. Seorang Wen Wenhui adalah seorang gadis pemberani namun sayangnya sedikit kagetan. Hal yang sedari tadi membuatnya tidak nyaman adalah fakta bahwa malam ini adalah malam Halloween. Menurutnya perayaaan seperti ini tidaklah penting.

Cklek!

Pintu apartment terbuka. Secara perlahan gadis itu mendorong pintu. Berjaga-jaga ada tali jebakan yang disiapkan oleh adiknya. Tahun lalu, suara Wenhui habis karena pada malam Halloween terus-terusan berteriak, terima kasih kepada Junhui yang sangat senang dan merasa bangga apabila berhasil mengisengi sang kakak.

Sebagai gantinya, selama seminggu mulai dari tanggal 1 November 2014 Junhui terpaksa harus menyantap mie instant dan kawan-kawan karena Wenhui sama sekali tidak memasakkan apapun untuknya.

Menyadari tidak adanya tali jebakan di pintu, Wenhui bergegas masuk ke dalam dan tanpa menunggu lebih lama langsung menyambar sakelar lampu lorong yang semula keadaannya gelap.

“Fiuh,” Wenhui menghela napas lega ketika lampu lorong sudah menyala.

Namun helaan napasnya itu ia tarik kembali ketika menyadari bahwa semua ruangan apartmentnya gelap, kecuali lorong.

‘Si Junhui ini niat sekali sih!’ Sambil terus menggerutu dalam hati, Wenhui dengan berani melangkahkan kakinya.

Pertama-tama menuju ruang tamu yang memang posisinya paling dekat.
Wenhui berjalan perlahan, secara hati-hati. Bukan karena takut melainkan karena ia berusaha untuk menghindari jebakan-jebakan yang mungkin telah disiapkan sang adik. Siapa tahu Junhui memakai trik lamanya. Lelaki itu biasanya akan menggantungkan topeng seram yang akan terjatuh tepat di depan orang yang sedara tidak sengaja memutuskan tali.

Untuk sepersekian detik Wenhui merasa lega dengan tidak adanya jebakan seperti yang ia duga namun kemudian ia menjadi ketakutan. Ya gadis itu ketakutan memikirkan jebakan seperti apa yang sang adik sudah siapkan untuknya. Dalam hati ia cukup gelisah.

“…..!”

“KKKYAAAA!” Wenhui nyaris jatuh terjerembab ketika sepasang tangan dingin menyentuh kedua bahunya.

Melihat respon sang kakak, Junhui tak dapat menahan hasratnya untuk terbahak.

“Haah.. Haaa! Kau ini brengsek sekali Junhui!!!!” Tanpa ampun, masih dalam keadaan shock, Wenhui memukuli Junhui dengan tas selempang miliknya.

“Aduh! Ampun jiejie, ampun!” Junhui memposisikan kedua lengannya di depan dan membentuk silang untuk menghindari pukulan sang kakak.

“Dasar menyebalkan!”

“Hahaha trick or treat?” Tanya Junhui dengan nada ceria.

“Hee?! Masih berani meng-trick or treat ku hah? Kau mau aku suruh tidur di luar?!”

“Ahh jiejie kau ini galak sekali. Masa tidak ada ampun sedikit pun untuk adik tersayangmu?”

“Kau hanya adikku, tidak pakai tersayang!” Ujar Wenhui dengan gusar.

Tangan gadis itu meraba-raba tembok untuk mencari sakelar lampu ruang tamu. “Ah ini dia!” Wenhui menekan sakelar namun lampu di ruang tamu masih tetap padam.

“Eh? Lho kok?”

“Lampunya kan rusak, kau lupa?” Tanya Junhui, nadanya setengah mengejek.

“… Oh iya, aku lupa.” Jawab Wenhui, mengakui dirinya lupa, ia mengabaikan ejekan sang adik.

“Ngomong-ngomong, mana pacarmu itu? Yang katanya mau kau perkenalkan padaku.”

“Jean? Dia sudah datang kok sedari tadi. Dia yang membantuku mematikan semua lampu dan dia juga membantuku memasak makan malam.”

Penjelasan dari Junhui memudahkan Wenhui untuk mengetahui kurang lebih bagaimana seorang Hong Jean itu. Jean dan Junhui adalah pasangan dengan selera yang sama, kini Wenhui mengerti kenapa Junhui maupun Jean dapat tertarik pada satu sama lain.

Bukannya jahat, tapi Wenhui berharap tidak perlu tinggal bersama keduanya kelak ketika keduanya menikah. Ia tidak bisa membayangkan seperti apa nasibnya nanti.

“Kau duduk saja yang manis jiejie, makananannya akan kubawa ke sini. Oh iya, nih!” Junhui melemparkan senter kepada Wenhui sebelum berjalan meninggalkan sang kakak.

Wenhui menyalakan senter setelah kepergian yang adik dan ia kaget bukan main ketika cahaya dari senter dapat membuatnya melihat sosok seorang gadis yang tengah duduk di sofa.

‘Astaga. Tuh kan mereka itu selera humornya jelek. Mengagetkan orang itu tidak lucu.’ Wenhui menggerutu dalam hati.

“Halo Jean. Selamat malam.” Wenhui menyapa sang gadis dan gadis yang disapanya itu mengangguk.

“Tunggu sebentar ya, aku kebelet pipis nih.” Wenhui berpamitan dan menuju ke toilet.

Letak toilet yang berseberangan dengan ruang tamu membuatnya semakin dekat ke arah dapur. Dari dalam dapur Junhui melihat sang kakak.

“Mau kemana jie?”

“Toilet.”

“Sabar ya, di toilet sedang ada orang.”

“Eh?”

Keheranan Wenhui terjawab ketika seorang gadis keluar dari dalam toilet. Parasnya sangat manis. Kedua bola matanya besar dan rambutnya tebal menjuntai.

“Oh, halo. Kau kakaknya Junhui ya?”

Wenhui mengangguk. “Iya, kau siapa?”

“Ah! Kalian sudah bertemu kan? Ayo perkenalkan diri kalian masing-masing!” Jun yang masih mengenakan apron menghampiri kedua gadis yang tengah berbincang di depan toilet.

“Jean, ini kakakku Wen Wenhui. Jiejie, dia Hong Jean, pacarku.”

Air muka Wenhui berubah. Wajahnya menjadi pucat pasi. Keinginannya untuk buang air kecil hilang entah kemana.

“Hei! Jiejie! Kau kenapa?” Dengan sedikit panik Jun mengguncang-guncang tubuh Wenhui.

“… K-kalau ini Jean la..lalu yang di ruang tamu i-itu s..si-siapa?”

Junhui dan Jean saling bertatapan dan keduanya merasakan bulu kuduk mereka berdiri ketika mendengar suara yang berasal dari ruang tamu. Ketiganya menoleh dan dari dalam ruang tamu, keluar seorang gadis berpakaian putih. Kalau diperhatikan kakinya tidak menapak pada lantai.

“KKYAAAAAAAAAA!!!!”

Iklan

2 tanggapan untuk “Are You Kidding Me?

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s