Revolver

Title : Revolver

Genre : AU

Length : Ficlet

Rating : T

Starring

BlockB Zico as Jiho

E-Girls Kaede as Kaede

.

.

.

Jiho, seperti biasa menyunggingkan senyum khas miliknya pada Kaede yang kini dalam posisi duduk. Kedua tangan Kaede terikat kuat pada tangkai kursi kayu yang terletak persis di belakng mobil van seolah mobil berukuran besar itu dapat menyembunyikan Kaede dari Jiho.

“Sudah kubilang ‘kan aku akan menyelamatkanmu.”

Gadis itu berusaha sebisa mungkin menggerakan tubuhnya. Kedua matanya mendelik tajam ke arah Jiho, mengisyaratkan pria itu untuk menjauh darinya.

“Tenang, tenang, hime-sama. Bersabarlah sebentar. Aku harus membereskan kecoak-kecoak itu terlebih dahulu.” Pria dengan tinggi 182cm itu mengeluarkan dua buah revolver dari masing-masing kedua saku celana yang ia kenakan.

Tanpa membalikan tubuhnya ia menembak para pria dengan setelan jas yang secara diam-diam menghampirinya dari belakang. Darah yang bercipratan menandakan bahwa tembakannya tepat pada sasaran.

“Merepotkan ya? Seharusnya aku membawa shotgunku tapi pria penjaga garasi yang brengsek itu membuatku harus meninggalkannya terganjal di mulutnya.” Ia menghela napas, mencoba membuat dirinya terkesan frustasi namun Kaede sama sekali tidak merasakan hawa frustasi dari mantan anggota Yakuza itu.

Kaede bernapas lega ketika benda yang mengganjal mulutnya ditarik keluar oleh Jiho. Ia merasa bahwa ia bisa saja mati apabila handuk tebal itu masih mengganjal di mulutnya. Ia tidak ingat secara pasti sudah berapa lama berada dalam posisi ini tetapi yang jelas sudah cukup lama dan ia muak. Ketika pria yang menyebabkan ia dijadikan sandra oleh keluarganya sendiri muncul di hadapannya ia merasa makin jengkel.

“Dasar kau brengsek! Untuk apa kau datang ke sini bedebah?!” Kaede mengumpat kesal. Umpatannya itu ia tujukan kepada satu-satunya pria yang masih hidup di ruangan itu.

“Kenapa kau marah? Aku kan menyelamatkanmu. Apa kau lebih memilih untuk disekap di tempat ini?”

“Aku tidak memintamu untuk menyelamatkanku!”

“Ah! Kau ini keras kepala sekali Kaede-san. Kau harusnya sejak awal mengakui ikatan batin diantara kita.” Jiho berjalan mendekat ke arah Kaede dan dengan lincah tangannya mengeluarkan sebilah pisau dari balik kemejanya. Pisau yang tajam itu ia gunakan untuk melepaskan ikatan yang mengekang kedua lengan pujaan hatinya.

Sudah terbiasa dengan yang namanya pembelaan diri, Kaede langsung bangkit dari posisi awalnya dan menendang bagian bawah tubuh Jiho, di bagian yang pasti terasa sakit apabila ditendang. Jiho membungkuk sambil memegangi bagian bawahnya yang terasa sakit itu.

“A~h! Kaede-san kau benar-benar be-”

Suara derap langkah kaki yang berasal dari sekitar 20 orang membuat Jiho menghentikan perkataannya. Begitu juga dengan Kaede, kini gadis itu membelakangi Jiho, menatap lurus ke arah pintu garasi yang terbuka.

“Tsk. Menyebalkan sekali! You’re giving me twice the work! Seharusnya kau membiarkan pintunya tetap terkunci, bodoh!” Kaede menggerutu dan pria yang menjadi bahan gerutuannya itu hanya tertawa mengejek.

“Aku punya caraku sendiri, Kaede-san yang manis bagai kembang gula. Lagipula,” Jiho berhenti merasakan sakit pada bagian bawahnya itu dan ia berjalan mendekati Kaede.

Nih. Pakai. Isinya hanya kurang satu.” Jiho menyerahkan revolver yang semula berada dalam genggamannya.

“EH!?” Kaede mendelik. Ia sama sekali belum pernah menggunakan benda seperti itu.

“Aku rasa lebih baik aku dengan tangan kosong saja. Aku sudah terbiasa seperti itu.”

“Ah! Kau ini kuno sekali Kaede-san. Apa keluarga tempatmu tumbuh sama sekali tidak mengajarkanmu untuk menggunakan benda ini?” Tanya Jiho. Dengan kalem ia mengarahkan salah revolvernya ke arah pintu garasi yang sebentar lagi akan diserbu oleh banyak orang.

‘DORR!’

Suara ledakan revolver terdengar nyaring menggema di garasi setelah Jiho menarik pelatuknya dan isi dari revolver itu sendiri melesat menembus kepala orang malang yang baru saja memasuki garasi yang kini dihiasi warna merah darah di dinding-dindingnya.

Just do it like ‘Bang!’.” ujar Jiho sebelum menoleh ke arah Kaede dan tersenyum.

“Gunakanlah!” Dengan sedikit paksaan akhirnya Jiho berhasil memebuat Kaede menggenggam revolver yang ia berikan.

“Setelah ini selesai, maukah kau menjadi pacarku, Kaede-san?”

Kaede mendengus. Tak pernah dalam hidupnya ia menemui pria sekeras kepala Jiho, pria keturunan Korea-Jepang yang sempat menjadi anggota Yakuza. Alasan ia berhenti menjadi Yakuza dirasa cukup konyol oleh Kaede. Ya, alasannya adalah karena ia mengejar-ngejar Kaede yang tumbuh di keluarga katakanlah sebagai musuh bebuyutan Yakuza.

“Kalau kau bisa menghabiskan 16 orang.”

Deal.” Dengan begitu Jiho mulai berlari mendekat ke arah pintu garasi.

Jiho bagaikan seorang konduktor yang menari hanya saja tongkat konduktor digantikan oleh sebuah revolver dengan isi yang berkurang satu.

oOOo

Kaede bernapas lega ketika selesai menghitung mayat yang terkapar di sekitar Jiho. Jumlahnya hanya 15 orang. Dan tandanya ia tidak perlu menjadi kekasih pria psycopath yang sudah beberapa bulan belakangan ini mengejar-ngejar dirinya.

“… Tiga belas… Empat belas… Lima belas…”

Kaede tersenyum penuh kemenangan.

“Hey, Kaede-san, maukah kau jadi kekasihku?”

“Kau hanya menghabiskan 15 orang, sayangnya…”

Bibir Jiho menekuk, tatapan matanya menajam bak seekor elang yang sedang memperhatikan mangsa. Kaede yang sama sekali tidak memperhatikan hal itu melangkahkan kakinya menuju ke pintu garasi. Ia sudah tidak tahan berada di tempat berbau amis itu namun langkahnya terhenti ketika ia merasakan ada sesuatu yang dingin menempel di kepalanya. Tanpa harus menoleh pun ia tahu benda apa yang menempel di bagian belakang kepalanya itu.

“Sebentar lagi jumlahnya akan menjadi enam belas, Kaede-san. Jadi, katakan padaku, maukah kau jadi kekasihku?”

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s