[Prologue] The Park Siblings (Kyung Ver.)

OL_7

Kalau boleh meminta satu hal pada Tuhan, aku tidak ingin mempunyai adik.

“Kyung oppa, ayo kita main!”

“Apa kau tidak bosan mengajak oppa bermain terus Boram-ah?”

Gadis manis itu menggelengkan kepalanya, “Boram senang bermain dengan oppa.”

Sebagai seorang kakak, bukankah sudah menjadi kewajibanku untuk menjaga adikku ?

Tangisan Boram pecah ketika ia menemukan serangga, tepatnya belalang, dalam kotak pensil barunya.

Bulir air menetes dari kedua matanya seraya ia berlari ke dapur, mendatangi eomma yang sedang memasak makan malam.

“Kyung! Sudah eomma bilang ‘kan? Berhenti mengusili Boram!”

Aku tidak pernah menyukai adikku, tetapi aku juga tidak membencinya.

“Hey Kyung, apa kau yakin akan melakukan ini?” Jiho menahan tinjuku yang beberapa centimeter lagi akan mengenai wajah lelaki brengsek yang telah membuat Boram menangis seharian.

“Aku seratus sepuluh persen yakin Jiho. Yang boleh membuat Boram menangis hanya aku, kakaknya.”

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s