[Prologue] The Park Siblings (Boram Ver.)

OL_7_1

Pada awalnya aku berpikir bahwa kakakku menyayangiku… Ternyata tidak.

Sudah pukul enam lewat limabelas, eomma sudah mengatakan bahwa pukul enam kami harus sudah pulang.

“Kyung oppa, ayo kita pulang…” ini adalah yang kesekian kalinya.

“Berisik! Kalau mau pulang, pulang saja dulu!”

Kadang terpikirkan olehku, apakah kakakku lebih dapat dipercaya dibandingkan teman-temanku ?

“Sudah oppa bilang ‘kan? Tempat itu tidak ada apa-apanya. Kau seharusnya diam saja di rumah, aku baru isi bensin kemarin.”

Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, oppa sama sekali tidak menatap ke arahku. Aku rasa ia benar-benar jengkel.

“Kita berhenti dulu di sini, kita makan. Sudah jam setengah tujuh.”

Aku selalu menaruh rasa respect pada kakakku, tetapi bukan berarti aku bersedia menjadi suruhannya.

“Boram! Tolong ambilkan catatanku di rumah Jiho!”

Oppa kan bisa pergi sendiri!”

“Tsk, kau lupa kakiku sedang sakit? Pergilah, cepat!”

Dengan geram aku menuruni tangga, aku secepat mungkin berjalan agar sampai di kediaman Woo yang terletak persis di sebelah rumah kami. “Permisi, Jiho oppa? Ini aku Boram. Aku dimintai tolong oleh Kyung oppa untuk mengambil catatannya.”

Iklan

Psst! I Know You Read This

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s